Sunday, August 14, 2016

Pantai Balekambang

Pantai Balekambang adalah sebuah pantai di pesisir selatan yang terletak di tepi Samudera Indonesia secara administratif masuk wilayah Dusun Sumber Jambe, Desa SrigoncoKecamatan BanturKabupaten MalangJawa Timur[1] dan merupakan salah satu wisata andalan Kabupaten Malang sejak 1985 hingga kini. Daya tarik Balekambang utamanya tentu panorama alam, gelombang ombak yang memanjang hampir dua kilometer, serta hamparan pasir nan luas. Area pasir putih terlihat bersih dari sampah maupun kotoran sehingga cukup nyaman bagi pengunjung untuk bermain dan berolahraga. Bahkan tak jarang di pantai ini menjadi tempat latihan sejumlah klub sepak bola seperti Arema dan Persema.
Pantai ini mulai berkembang dan disinggahi masyarakat luas tahun 1978, setelah adanya pembukaan akses jalan yang dilakukan Kades Srigonco Tukiran. Nama Balekambang kian dikenal setelah secara resmi dibuka sebagai salah satu tempat wisata oleh Bupati Malang, Eddy Slamet pada 1983. Saat itu jalan pun sudah dimakadam. Pantai ini pula diresmikan sebagai tempat perkemahanpramuka Kabupaten Malang. Kini, akses menuju Balekambang sudah mudah dan nyaman, pengunjung hanya kesulitan ketika berada di kawasan Jurang Mayit karena tanjakan yang menikung tajam. Tetapi, jalannya sudah beraspal mulus karena aksesnya yang bagus, hanya butuh waktu tak lebih dari 30 menit dari kota Kecamatan Bantur ke Balekambang.
Pantai Balekambang terus berbenah, sejumlah fasilitas tambahan disediakan pengelola, salah satunya flying fox. Permainan ini dilaunching sejak Agustus 2012, namun flying fox ini hanya buka setiap Sabtu-Minggu. Selain flying fox, permainan untuk anak-anak juga menjadi daya tarik. Beragam varian mainan seperti ayunan, patung hewan lengkap tersedia. Bahkan tak lama lagi akan disediakan persewaan ATV.
Pantai Balekambang selain sebagai wisata alam , juga bisa disebut sebagai tempat wisata religi. Karena pada hari-hari tertentu, ribuan pengunjung datang ke pantai ini untuk melakukan ritual. Bagi umat Islam, mereka menjalani ritual dengan berziarah ke makam Syaikh Abdul Jalil, orang pertama yang membabat Pantai Balekambang. Setiap tanggal 1 Sya’ban, para peziarah meluber ke makam yang berada terpencil di tepi Kali Berek, jaraknya sekitar 1 km sebelum masuk Pantai Balekambang dari arah Bantur. Asal usul Syaikh Abdul Jalil dikabarkan berasal dari Jogjakarta. Dia adalah seorang keluarga ningrat yang memiliki ilmu agama cukup tinggi, karena itu pengaruhnya di masyarakat begitu kuat. Apalagi Syaikh Abdul Jalil termasuk yang tidak mau kompromi kepada penjajah Belanda, karenamya Belanda menjadikannya sebagai orang yang harus disingkirkan.
Selain umat Islam, umat Hindu pun menjadikan pantai ini sebagai tempat ibadah utama setiap setahun sekali. Tepatnya pada hari raya Nyepi, lokasinya di Pura Amarta Jati yang berada di Pulau Ismoyo. Pulau ini menjorok masuk dari bibir pantai sekitar 70 meter yang dihubungkan dengan jembatan. Keberadaan pura ini bagai magnet tersendiri bagi Pantai Balekambang. Tradisi Nyepi dengan menggelar ritual keagamaan Hindu selalu dinantikan wisatawan dari berbagai daerah, termasuk wisatawan asing.
Di sekitar Pantai Balekambang juga sudah tersedia penginapan untuk para pengunjung. Pertama yaitu di penginapan Bamboo terdapat 8 kamar yang dibandrol Rp 150 ribu perharinya. Sedangkan yang terbaru adalah Hotel Wibisana sebanyak 10 kamar, yang kualitasnya lebih baik dibanding penginapan Bamboo. Kamar baru ini kelasnya dibandrol dengan tarif Rp 250 ribu per hari. Untuk kategori Large bisa menampung hingga enam orang dengan didukung fasilitas kamar mandi dan listrik. Dua jenis tipe penginapan ini memiliki fasilitas yang memadai dan seluruhnya menyuguhkan view langsung pantai dan laut lepas.

source : https://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Balekambang

Pantai Balekambang, Malang, Jawa Timur

Pantai Balekambang terletak di desa Srigonco, kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sekitar 60 kilometer selatan kota Malang.
Pantai Balekambang menawarkan keindahan panorama pantai yang memikat, deburan ombak susul menyusul berlarian menuju hamparan pasir putih di bibir pantai. Semilir angin terasa kuat menerpa, mengabaikan sengatan panas matahari yang terik.
Pantai ini semakin menarik dengan keberadaan tiga pulau kecil, yaitu Pulau Ismoyo, Pulau Anoman dan Pulau Wisanggeni yang terletak berjejer tidak jauh dari tepi pantai. Pulau Ismoyo terlihat lebih menonjol dibanding yang lain, pulau ini bahkan sering diserupakan dengan sebuah pulau di Bali yang begitu tersohor yaitu Tanah Lot. Di pulau Ismoyo berdiri sebuah Pura, yang masih digunakan untuk beribadah umat Hindu. Melihat penampakkannya memang sangat mirip dengan pulau di Tanah Lot, Bali, baik dari bentuk maupun keberadaannya, bisa anda bandingkan sendiri. 
Yang beda adalah akses jalan menuju pulau Ismoyo, disediakan sarana jembatan penghubung dari bukit karang di tepi pantai sepanjang sekitar 200m. Dengan sarana jembatan ini memudahkan pengunjung yang berminat melihat dari dekat keberadaan Pura di pulau Ismoyo.
Akses jalan menuju pantai Balekambang pada umumnya sudah memadai, sepanjang jalur sudah dilapisi aspal, hanya saja beberapa kilometer menjelang lokasi ada bagian aspal yang mulai sedikit mengelupas, meninggalkan beberapa titik lobang, bagi pengendara motor supaya lebih waspada. Jalur dari kota malang yang harus dilewati yaitu Gadang-Bululawang-Gondang Legi-Bantur-Srigonco-Pantai Balekambang. Jika menggunakan angkutan umum dari terminal Arjosari atau stasiun Kota Malang bisa menggunakan angkot jurusan Gadang. Dari Terminal Gadang ada angkutan menuju Bantur. Dari Bantur menuju lokasi biasanya menggunakan jasa ojek, disarankan lebih baik sewa kendaraan dari kota Malang, terutama jika rombongan.
Fasilitas yang bisa dinikmati diantaranya lahan parkir cukup luas, warung makan, kios cideramata, toilet serta kamar mandi, mushola, tempat informasi, taman bermain anak, camping ground dan pendopo. Kuliner khas yang banyak ditemui adalah pentol bakso kecil semacam cilok, minumannya es kelapa muda.
Untuk harga tiket masuk cukup unik, sebenarnya lumayan murah, yang tertera di karcis hanya Rp. 5.000/orang, tetapi jangan kaget karena kita  akan membayar dua kali lipat dengan dua lembar tiket. Aneh bukan? Memang seperti itu yang didapatkan, melihat tiket yang diterima ternyata kita harus membayar kepada dua pengelola yaitu kepada Pemda kabupaten Malang dan Perum perhutani. Begitu juga dengan tiket kendaraan juga akan dikenai dua kali tarif, pertama di pintu masuk dan kedua di tempat parkir. Rasanya jadi banyak pungutan yah, tapi gak apa-apalah.. mungkin seperti itu mekanisme yang diterapkan pengelola. Jika dikalkulasi memang tidak terlalu mahal, dibanding dengan panorama pantai yang begitu memikat. Hanya jika HTMnya lebih bersahabat, dengan fasilitas pendukung yang semakin baik, pasti akan lebih diminati wisatawan dikemudian hari.
Pantai Balekambang yang memiliki garis pantai cukup panjang, dengan pasir putih dan airnya yang jernih, serta keberadaan Puranya, akan menjadi daya pikat wisatawan untuk selalu kembali berkunjung ketempat ini. Pantai Balekambang menjadi tujuan wisata di Jawa Timur.

source : http://caralengkap.com/2012/07/pantai-balekambang-malang-jawa-timur.html